Apa Itu Web3.0? Dan Apa Hubungan Dengan Metaverse?

Apa Itu Web 3.0? Dan Apa Hubungan Dengan Metaverse?

Andhika Wijaya Kurniawan | Apa Itu Web 3.0? dan Apa Hubungan Dengan Metaverse? – Sudah cukup lama saya mengamati perkembangan dunia teknologi yang mengarah ke Metaverse, awalnya saya memprediksikan kalau era Metaverse akan masih lama terjadi, tetapi ternyata lebih cepat dari dugaan saya.

Sama halnya ketika Anda berbisnis di era sekarang, mau tidak mau Anda wajib mengikuti perkembangan jaman dan era teknologi, atau Anda akan ketinggalan jauh. Sebagai contohnya, di era sekarang, semua sudah berbasis online dan memiliki website untuk jualan online, sedangkan kalau Anda masih berada di pinggir jalan sambil menunggu konsumen yang datang, maka cara Anda sudah termasuk lebih lambat dibandingkan kompetitor Anda yang sudah memiliki website bisnis dan beriklan di internet. ?

Sebelum saya bahas lebih dalam tentang “apa itu Web 3.0?“, saya ingin mengajak Anda untuk memahami terlebih dahulu tentang Metaverse yang belakangan ini lagi sangat booming di kalangan masyarakat Indonesia.

Metaverse, bukan suatu hal yang baru dalam industri teknologi, Metaverse menjadi mendadak booming saat perusahaan media sosial terbesar milik Mark Zukerberg, Facebook, mengubah nama perusahaan menjadi Meta.

Secara Etimologi, Metaverse berasal dari kata “meta” yang artinya melampaui dan “verse” berarti alam semesta. Sehingga kalau disatukan, Metaverse memiliki arti melampaui alam semesta atau dunia tanpa batas. Metaverse digambarkan sebagai teknologi yang memungkin orang berkumpul dan berkomunikasi dengan masuk kedalam dunia virtual.

Apa Itu Web 3.0? Dan Apa Hubungan Dengan Metaverse?

Kali ini saya sangat yakin, tinggal beberapa tahun lagi atau mungkin beberapa bulan lagi, perubahan dunia teknologi akan benar-benar mengarah ke Metaverse dan Web 3.0.

Apa itu Web 3.0?

Sebelum masuk ke Web 3.0, kayaknya kurang tepat kalau saya tidak memberikan perbedaan antara Web 1.0 dan Web 2.0. ?

Web 1.0 adalah web yang dikembangkan untuk pengaksesan informasi dan sedikit interaktif. Secara sederhananya, Web 1.0 bersifat read-only yang artinya halaman web hanya untuk menampilkan informasi saja dengan komunikasi satu arah. Informasi yang ada dalam website tersebut hanya dapat diubah oleh pengembangnya sedangkan pengguna hanya dapat melihat informasi yang ditampilkan oleh pengembang. Contohnya: Search Engine, Email dan Blog.

Web 2.0 adalah web yang mengedepankan kolaborasi dan sharing informasi secara online. Web 2.0 pertama kali diperkenalkan oleh O’Reilly Media pada tahun 2004. Di era Web 2.0 pengguna banyak membuat konten atau lebih cocok disebut era media sosial. Contohnya: Facebook, Twitter, Instagram, Youtube dan TikTok.

Sedangkan Web 3.0 adalah internet generasi ketiga yang akan datang, yang di mana sebuah situs web dan aplikasi akan dapat memproses informasi dengan cara yang cerdas melalui teknologi seperti Machine LearningBig Data, Distributed Ledger Technology (DLT), dll. Contohnya: Google Voice Search, Facebook Pixel, Instagram Pixel, Twitter AI dan lainnya.

Makanya jangan heran, kalau Anda posting konten tentang Rumah, maka akan muncul begitu banyak iklan tentang rumah dijual, apartemen dijual dan lainnya. Karena secara tidak langsung, perlahan Anda dan saya diperkenalkan dengan teknologi Web 3.0.

Web 3.0 awalnya disebut Web Semantik oleh penemu World Wide Web Tim Berners-Lee, dan ditujukan untuk menjadi internet yang lebih mandiri, cerdas, dan terbuka.

Selain itu, definisi dari Web 3.0 dapat diperluas menjadi data yang akan saling berhubungan dengan cara yang terdesentralisasi di mana data sebagian besar akan disimpan dalam repositori terpusat.

Selanjutnya, pengguna dan mesin akan dapat berinteraksi dengan data. Namun agar hal ini terjadi, program perlu memahami informasi baik secara konseptual maupun kontekstual.

Dengan begitu, 2 (dua) landasan utama Web 3.0 adalah web semantik dan kecerdasan buatan (AI), yang dimana Anda dan saya pernah melihat teknologi Web 3.0 dalam film-film teknologi dan superhero seperti The Avengers.

Apa Hubungannya Dengan Metaverse?

Dengan kehadiran teknologi Web 3.0 yang berbasis semantik dan kecerdasan buatan (AI), maka Metaverse yang menjadi dunia tanpa batas akan semakin berkembang dikarenakan dukungan dari kecerdasan buatan yang akan menciptakan dunia maya hampir mendekati dunia nyata,

ADVERTISEMENT

4 Comments

  1. Mima

    Keren artikelnya, coach👍

    1
    Reply
  2. Gani

    Wah makin terbuka nih bro

    1
    Reply
    • Andhika Wijaya Kurniawan

      Yes bro, mau tidak mau dan siap tidak siap, sudah di depan mata, dan wajib dijalankan. 🙂

      Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published.

AUTHOR
Andhika Wijaya Kurniawan

Andhika Wijaya Kurniawan

Andhika Wijaya Kurniawan, adalah Indonesia's No.1 Digital Business Coach, Digital Strategist, Indonesia's #1 Digital Selling Expert, World-class Entrepreneur Mentor, dan Serial Entrepreneur.
Social Media

TUNGGU DULU! INI GRATIS TAPI PENTING!

Saya tidak ingin Anda FOMO!. Saya ingin Anda lebih dahulu mendapatkan informasi terbaru Digital Marketing dan juga strateg-strateginya. Tapi saya hanya bisa berikan kalau Anda bergabung menjadi PRIORITAS saya seperti 200.000++ orang lainnya.
PENTING!

© 2005 – 2022 Andhika Wijaya Kurniawan. All Rights Reserved.