Andhika Wijaya Kurniawan | Trend SEO Di Tahun 2022 – Tidak terasa kalau sebentar lagi akan memasuki tahun baru 2022 yang tentunya kalau berbicara dari segi bisnis dan perkembangan teknologi, akan jauh lebih berkembang dan lebih maju dibandingkan tahun 2021 dan tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai contoh yang lagi booming saat ini adalah hampir semua perusahaan teknologi raksasa sedang berlomba-lomba untuk membuat metaverse atau bisa diartikan sebagai sebuah dunia digital 3D yang dimana kita bisa dihidup didalamnya dan melakukan banyak hal yang bisa dilakukan sama seperti dunia nyata.

Dengan perkembangan teknologi yang begitu maju, dan juga fitur-fitur social media yang semakin hari semakin berkembang, apakah SEO (Search Engine Optimization) masih relevan di tahun 2022 nantinya?.

Google bukan perusahaan social media, melainkan perusahaan data, yang dimana hingga sampai saat ini, 99% orang masih mencari informasi melalui search engine dan yang paling banyak di akses adalah Search Engine Google. Walaupun ada Bing dari Microsoft, tetap Google yang sudah menjadi kebiasaan banyak orang untuk mencari informasi.

Algoritma Google sendiri, semakin hari semakin lebih canggih dan fokusnya juga telah berubah mengarah kepada maksud pengguna daripada sebatas isian kata kunci.

Setelah saya meeting dengan beberapa pakar SEO dari luar dan juga beberapa CEO yang bergerak di industri digital, maka Trend SEO 2022 akan sangat menarik sekali untuk Anda ketahui dan pelajari.

Trend SEO Di Tahun 2022

Trend #1 – Selamat Datang Algoritma MUM

Pada tahun 2019, Google meluncurkan Algoritma BERT yang singkatan dari Bidirectional Encoder Representations from Transformers atau dalam terjemahan bahasa Indonesia artinya Reprensetasi Encoder Dua Arah dari Transfomer (Model Mesin Pembelajar). Dengan diluncurkan algoritma BERT, Google menjadi semakin mampu memahami hubungan antara kata-kata dan maksud dibalik permintaan percarian pengguna.

BERT hadir sebagai pendekatan baru yang memungkinan Google untuk melayani pengguna dengan asisten suara (Voice Search), yang dimana orang-orang atau pengguna tidak lagi mengetik permintaan pencarian melainkan cukup menggunakan suara untuk melakukan pencarian. Sehingga Google harus menyesuaikan algoritmanya dengan tepat dengan batuan teknologi NLP dan AI.

Ini rahasianya dari BERT, yang dimana hanya sebagai pemancing dan permulaan dari algoritma Google terbaru yang dapat menafsirkan dan melayani pengguna Google. Di tahun 2022, Google akan menerapkan algoritma MUM (Multitask United Model).

MUM atau Multitask United Model bisa menganalisa video, gambar dan teks dari 75 bahasa yang menjawab permintaan pencarian yang kompleks atau rumit.

Secara sederhananya, Algoritma MUM adalah model AI yang dapat memahami perasaan, konteks, abstraksi dan niat pengguna, yang dimana Google akan memberikan jawaban yang relevan dan unik untuk permintaan pengguna Google.

Dengan algoritma MUM, maka kita sebagai pengguna Google, tidak perlu membuat beberapa permintaan kata kunci sampai Google yang menemukan kata kunci yang tepat sesuai yang kita inginkan.

Kalau saya jelaskan, mungkin akan terlalu panjang, jadi saya sudah siapkan video presentasi dari Prabhakar Raghavan, Senior Vice President Google, yang akan menjelaskan sedikit tentang Algoritma MUM.

Trend #2 – Hadirnya Google LaMDA

Kalau Anda pernah baca artikel saya tentang Trend SEO 2021, yang dimana salah satunya saya sebutkan tentang Trend Voice Search, maka di tahun 2022, Google sudah matang akan mengembangkan Voice Search, atau pencarian berbasis suara, tetapi bedanya adalah di tahun 2022, Google ingin bisa berbicara dengan Anda!.

Di tahun 2022, Google juga akan meluncurkan LaMDA yang singkatan dari Language Model for Dialogue Applications, dalam arti bahasa Indonesia adalah Model Bahasa untuk Aplikasi Dialog.
Sesuai dengan namanya, LaMDA adalah model pembelajaran mesin yang dirancang untuk dialog dan dibangun atas jaringan saraf Google sendiri.

Menurut Eli Collins, Vice President Product Management Google dan Zoubin Ghahramani, Director of Senior Reseach Google, LaMDA adalah arsitektur yang menghasilkan model yang dapat dilatih untuk membaca banyak kata seperti kalimat atau paragraf. LaMDA dilatih untuk berdialog dengan cara memperhatikan bagaimana kata-kata itu berhubungan satu sama lain dan kemudian memprediksi kata-kata yang menurut Google LaMDA akan datang berikutnya.

Jadi, kalau algoritma MUM adalah tentang membedakan emosi dan niat orang dibalik permintaan pencarian, maka Google LaMDA ingin melakukan percakapan dan memberikan hasil berdasarkan apa yang pengguna inginkan.

Saya yakin bahwa tahun 2021 telah menjadi tahun yang menarik bagi para praktisi SEO. Dan memasuki tahun 2022, selain 2 (dua) Trend SEO 2022 yang telah saya bahas diatas, ada 3 (tiga) hal penting kecil lainnya yang akan saya bagikan yaitu:

  • Google Shopping, yang akan semakin dikembangkan oleh Google.
  • Smooth UX Web yang merupakan salah satu core vital yang akan diutamakan oleh Google dalam arti kecepatan loading.
  • Video Clip Optimization yang bisa dibaca oleh Google sebagai rekomendasi video pada pencarian.

Kalau Anda telah membaca sampai habis, maka bagi Anda yang praktisi SEO, ini adalah kesempatan untuk Anda agar bisa membedakan situs Anda dariyang lain dan memanfaatkan dunia SEO yang kompetitif. Sedangkan bagi Anda yang baru ingin menggunakan teknik SEO (Search Engine Optimization) untuk menghemat budget marketing Anda dalam jangka panjang untuk bisnis Anda, maka Anda bisa mulai dengan mencari jasa SEO atau bisa hubungi team digital saya di IdeaX Digital Agency.


X