AWK Andhika Wijaya Kurniawan
Beranda/Corporate Training/Digital Marketing

CORPORATE IN-HOUSE TRAINING

Digital Marketing Training.
Strategi yang terhubung.
Eksekusi yang terukur.

Bekali tim marketing dengan cara memahami audiens, merancang campaign, memilih kanal digital, dan membaca hasilnya—agar aktivitas pemasaran memiliki arah yang jelas.

Diskusikan kebutuhan tim Lihat materi program ↓

TANTANGAN DI LAPANGAN

Banyak kanal.
Apakah strateginya
sudah terhubung?

Tim membuat konten, menjalankan iklan, memperbarui website, dan membagikan laporan setiap bulan. Namun, banyak aktivitas belum selalu membentuk strategi yang terhubung. Audiens bisa berbeda antar kanal, pesan campaign tidak konsisten, atau indikator yang dilaporkan belum menjelaskan kontribusi pemasaran. Ketika prioritas tidak jelas, anggaran dan waktu tim mudah tersebar tanpa arah evaluasi yang sama.

Corporate training Digital Marketing membantu perusahaan menyatukan cara tim merancang dan mengevaluasi pemasaran. Pembahasan dimulai dari tujuan bisnis, kebutuhan audiens, dan peran setiap kanal. Tim diajak melihat hubungan antara pesan, konten, distribusi, serta tindakan pelanggan. Dengan dasar bersama, keputusan campaign lebih mudah dijelaskan dan dievaluasi lintas fungsi.

Program diarahkan untuk menghasilkan bahan kerja yang dapat dikembangkan setelah sesi. Peserta menyusun brief, memetakan audiens, merancang konten, dan membaca contoh laporan. Kasus latihan disesuaikan dengan produk atau layanan perusahaan. Fokus pembelajaran adalah kualitas keputusan: mengapa aktivitas dilakukan, bagaimana pelaksanaannya, dan informasi apa yang diperlukan untuk menilai hasilnya.

SIAPA YANG DAPAT MENGIKUTI

Satu arah kerja.
Untuk peran yang saling terhubung.

01 / MARKETING TEAM

Tim yang merancang
dan menjalankan campaign.

Untuk tim digital marketing, performance marketing, dan marketing communication yang menjalankan aktivitas harian. Latihan diarahkan pada penyusunan campaign brief, penentuan audiens, pemilihan kanal, serta pembacaan hasil. Peserta membawa konteks pekerjaannya agar pembahasan dekat dengan kebutuhan operasional dan membantu mereka melihat hubungan antar aktivitas dalam satu strategi.

02 / CONTENT & BRAND

Tim yang membentuk
pesan dan pengalaman.

Untuk content strategist, social media specialist, copywriter, desainer, dan tim brand. Pembahasan menekankan hubungan antara kebutuhan audiens, pesan, format, serta distribusi. Peserta berlatih menerjemahkan tujuan campaign menjadi arahan konten yang dapat dikerjakan bersama, sehingga keputusan kreatif memiliki konteks dan ukuran keberhasilan yang lebih jelas.

03 / MARKETING LEADERSHIP

Pemimpin yang
menentukan prioritas.

Untuk marketing manager, supervisor, dan pemilik bisnis yang memimpin tim atau berkoordinasi dengan agensi. Materi dapat diarahkan pada penentuan prioritas, evaluasi brief, pembacaan laporan, dan alokasi perhatian tim. Dengan kerangka kerja yang sama, pembahasan lintas fungsi lebih mudah berangkat dari tujuan dan kebutuhan pelanggan.

RUANG LINGKUP PEMBELAJARAN

6 materi Digital Marketing.
Untuk tim perusahaan.

Setiap materi dilengkapi latihan, hasil kerja peserta, dan tujuan kemampuan yang jelas. Prioritas serta kedalamannya disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

01 / STRATEGI & ARAH

Strategy Before Activity: Mulai dari Tujuan Bisnis

Peserta belajar menerjemahkan tujuan perusahaan menjadi prioritas pemasaran. Pembahasan mencakup target audiens, penawaran, perjalanan pelanggan, dan hubungan antara aktivitas marketing dengan kebutuhan bisnis.

Peserta dapat menggunakan contoh produk perusahaan untuk membedakan tujuan bisnis dan tujuan komunikasi. Kelompok kemudian menyusun satu brief singkat, menjelaskan prioritasnya, dan meninjau apakah aktivitas yang dipilih mendukung tujuan tersebut. Latihan memberi ruang bagi peserta untuk menguji asumsi, menyepakati istilah, serta melihat kebutuhan koordinasi sebelum masuk ke tahap produksi campaign.

Yang didapat peserta

Draft tujuan campaign, peta prioritas, dan kerangka brief pemasaran yang dapat dibahas bersama tim.

Goal materi

Peserta mampu menjelaskan tujuan sebuah aktivitas marketing, audiens yang dituju, dan indikator yang relevan sebelum menentukan kanal.

02 / AUDIENS & POSITIONING

Know Your Market: Temukan Alasan Pelanggan Memilih

Peserta mempelajari cara membaca kebutuhan audiens, menyusun segmentasi, dan merumuskan nilai penawaran. Latihan menekankan perbedaan antara asumsi internal dan informasi pelanggan yang perlu divalidasi.

Latihan dapat dimulai dari dua kelompok pelanggan yang memiliki kebutuhan berbeda. Peserta membandingkan persoalan, keberatan, dan alasan memilih produk, kemudian merancang pesan yang sesuai untuk masing-masing kelompok. Hasilnya dibahas bersama agar tim memahami informasi mana yang sudah diketahui dan informasi mana yang masih memerlukan riset sebelum digunakan sebagai dasar campaign.

Yang didapat peserta

Profil audiens, daftar pertanyaan riset, dan draft pesan nilai yang sesuai dengan konteks pelanggan.

Goal materi

Peserta mampu menyusun pesan pemasaran yang relevan dengan persoalan, motivasi, serta tahapan keputusan audiens.

03 / KONTEN & PESAN

Content with Purpose: Konten yang Punya Peran

Peserta belajar menghubungkan tema konten dengan kebutuhan audiens dan tujuan campaign. Materi mencakup pilar konten, sudut pesan, brief kreatif, distribusi, dan ajakan bertindak yang sesuai.

Peserta memilih satu tema campaign, lalu membuat beberapa sudut konten untuk tahap pengenalan, pertimbangan, dan tindakan. Setiap ide dilengkapi tujuan, pesan utama, format, serta ajakan yang sesuai. Diskusi membantu tim mengenali konten yang berulang tanpa fungsi jelas dan konten yang masih dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan pelanggan pada tahap keputusan tertentu.

Yang didapat peserta

Peta pilar konten, contoh brief kreatif, dan rancangan kalender konten berdasarkan prioritas perusahaan.

Goal materi

Peserta mampu menentukan alasan sebuah konten dibuat, fungsi konten dalam perjalanan pelanggan, dan tindakan yang diharapkan setelahnya.

04 / KANAL & DISTRIBUSI

Channel Synergy: Satukan SEO, Social & Paid Media

Peserta memetakan peran website, SEO, media sosial, iklan digital, serta email atau WhatsApp dalam satu perjalanan pelanggan. Kanal dipilih berdasarkan perilaku audiens, kesiapan aset, dan kapasitas tim.

Dalam simulasi, peserta memetakan jalur pelanggan dari menemukan informasi hingga menghubungi perusahaan. Tim menjelaskan peran setiap kanal, konten yang dibutuhkan, dan titik perpindahan antar kanal. Latihan juga mempertimbangkan kapasitas produksi, sumber daya, dan kesiapan pengukuran sehingga rancangan distribusi dapat diterjemahkan menjadi pembagian tugas yang masuk akal untuk kondisi perusahaan.

Yang didapat peserta

Peta peran kanal, alur distribusi konten, dan daftar kebutuhan aset untuk mendukung campaign.

Goal materi

Peserta mampu menjelaskan bagaimana setiap kanal saling mendukung serta menentukan prioritas tanpa harus menjalankan semuanya sekaligus.

05 / CAMPAIGN & KONVERSI

Campaign to Conversion: Rancang Jalur Tindakan

Peserta belajar menyusun campaign dari penawaran dan pesan hingga landing page, formulir, serta tindak lanjut lead. Latihan membahas kesesuaian pesan antar titik interaksi dan kejelasan alur pelanggan.

Peserta meninjau contoh campaign mulai dari materi promosi sampai halaman tujuan. Mereka memeriksa konsistensi penawaran, kejelasan informasi, dan kemudahan tindakan yang diminta. Kelompok kemudian menyusun prioritas perbaikan serta kebutuhan koordinasi dengan tim sales atau layanan pelanggan. Simulasi ini membantu menghubungkan keputusan kreatif dengan pengalaman yang akan dilalui audiens secara utuh.

Yang didapat peserta

Draft campaign brief, checklist landing page, dan rancangan alur serah terima lead kepada tim terkait.

Goal materi

Peserta mampu merancang jalur tindakan yang jelas bagi audiens dan mengenali hambatan yang perlu diperbaiki sebelum campaign dijalankan.

06 / DATA & OPTIMASI

Measure What Matters: Ubah Data Menjadi Keputusan

Peserta mempelajari cara memilih KPI, membaca metrik dalam konteks, dan menyusun evaluasi campaign. Angka dilihat bersama tujuan, kualitas data, serta batas atribusi yang tersedia.

Latihan menggunakan contoh laporan yang sudah disamarkan atau data simulasi yang diberi label jelas. Peserta menjelaskan apa yang dapat disimpulkan, batas informasi yang tersedia, dan pertanyaan lanjutan sebelum mengambil keputusan. Tim kemudian menyusun satu hipotesis perbaikan beserta indikator evaluasinya, sehingga laporan berkembang menjadi bahan diskusi tentang langkah berikutnya, bukan sekadar kumpulan angka.

Yang didapat peserta

Rancangan ringkasan laporan, daftar KPI prioritas, dan hipotesis perbaikan untuk diuji pada aktivitas berikutnya.

Goal materi

Peserta mampu membedakan aktivitas, hasil antara, dan hasil bisnis, lalu menyusun rekomendasi berdasarkan bukti yang tersedia.

CARA BELAJAR

Petakan strateginya.
Rancang campaign-nya.
Tentukan evaluasinya.

Program menggabungkan pembahasan kerangka, analisis contoh, latihan individu atau kelompok, serta umpan balik. Peserta diajak menjelaskan alasan di balik keputusan marketing, kemudian menguji apakah keputusan itu sesuai dengan tujuan dan kebutuhan audiens. Contoh dapat menggunakan materi perusahaan yang telah disetujui atau skenario latihan yang relevan.

Sebelum pelaksanaan, perusahaan dapat menjelaskan model bisnis, produk, target pasar, kanal yang digunakan, dan tantangan campaign. Informasi tersebut membantu menentukan prioritas materi. Tim yang membutuhkan fondasi strategi akan memiliki penekanan berbeda dari tim yang ingin memperbaiki brief, integrasi kanal, atau evaluasi laporan.

Penutupan diarahkan pada rencana penerapan. Peserta memilih prioritas perbaikan, menyusun bahan kerja, dan menentukan informasi tambahan yang dibutuhkan. Manajer dapat memakai hasil latihan sebagai bahan diskusi internal. Ruang lingkup pendampingan atau evaluasi lanjutan dibahas tersendiri sesuai kebutuhan perusahaan.

OUTPUT YANG DITUJU

Bawa pulang bahan kerja.
Lanjutkan di aktivitas sehari-hari.

01

Campaign brief

Kerangka tujuan, audiens, penawaran, pesan utama, serta tindakan yang diharapkan dari pelanggan.

02

Peta konten & kanal

Rancangan pilar konten dan peran setiap kanal dalam mendukung perjalanan pelanggan.

03

Rencana pengukuran

Daftar KPI dan kebutuhan data yang sesuai dengan tujuan campaign serta kesiapan alat perusahaan.

04

Prioritas implementasi

Langkah perbaikan, pembagian kebutuhan kerja, dan bahan evaluasi untuk dibahas bersama tim.

Output akhir mengikuti ruang lingkup program yang disepakati, bahan yang tersedia, dan latihan yang dijalankan peserta.

Andhika Wijaya Kurniawan, fasilitator Digital Marketing Training

BERSAMA ANDHIKA WIJAYA KURNIAWAN

Perspektif praktisi.
Bahasa yang dekat
dengan bisnis.

Andhika Wijaya Kurniawan menggabungkan pengalaman di bisnis digital, SEO sejak 2005, dan aktivitas coaching sejak 2010. Pendekatan pembelajaran diarahkan untuk membantu peserta memahami hubungan antara strategi, kebutuhan pelanggan, dan tindakan yang dapat dilakukan dalam pekerjaan.

Dalam konteks Digital Marketing, pembahasan berangkat dari hubungan antara strategi bisnis, audiens, dan eksekusi kanal. Pengalaman peserta menjadi bahan diskusi, sementara contoh serta latihan dipilih agar relevan dengan model bisnis perusahaan. Kenali profil dan perjalanan profesional Andhika sebelum membahas program yang sesuai untuk tim Anda.

Kenali profil Andhika

SEBELUM MEMULAI

Pertanyaan seputar
program training.

Apa fokus Digital Marketing Training untuk perusahaan?

Program membantu tim menghubungkan strategi bisnis dengan audiens, pesan, konten, kanal digital, dan pengukuran. Tujuannya membangun cara berpikir serta bahan kerja yang konsisten saat merancang campaign. Materi dan latihan dapat disesuaikan dengan tantangan perusahaan, mulai dari fondasi strategi hingga integrasi kanal dan evaluasi laporan.

Apakah program cocok untuk B2B dan B2C?

Keduanya dapat dibahas dengan penekanan berbeda. B2B dapat berfokus pada edukasi pasar, lead generation, kebutuhan pengambil keputusan, dan hubungan marketing dengan sales. B2C dapat menekankan penawaran, distribusi konten, pengalaman pelanggan, serta alur konversi. Prioritas dipilih berdasarkan model bisnis dan tujuan perusahaan.

Apakah materi mencakup SEO, iklan, dan media sosial?

Peran SEO, paid media, media sosial, website, serta kanal tindak lanjut dibahas dalam strategi terpadu. Kedalaman teknis tiap kanal mengikuti ruang lingkup yang disepakati. Jika perusahaan membutuhkan pelatihan teknis khusus, misalnya konfigurasi platform iklan atau audit SEO mendalam, kebutuhan tersebut perlu dibahas sejak awal.

Apakah bisa menggunakan campaign perusahaan sebagai latihan?

Bisa dibahas dengan menggunakan bahan yang telah diizinkan perusahaan. Contohnya ringkasan produk, brief campaign, konten, atau laporan yang sudah disamarkan. Data pelanggan dan informasi rahasia tidak diperlukan untuk diskusi awal. Latihan dapat memakai skenario alternatif bila materi perusahaan belum dapat dibagikan.

Apa yang didapatkan peserta setelah training?

Output yang dituju meliputi draft campaign brief, peta audiens dan konten, peran kanal, rencana pengukuran, serta prioritas implementasi. Hasil akhir mengikuti materi, waktu, dan latihan yang disepakati. Output tersebut menjadi bahan kerja awal yang dapat ditinjau kembali bersama manajer setelah sesi.

Berapa durasi, biaya, dan jumlah peserta?

Durasi, biaya, jumlah peserta, serta format pelaksanaan dibahas berdasarkan tujuan dan kedalaman program. Sampaikan komposisi tim, tantangan utama, lokasi atau preferensi pelaksanaan, dan target waktu. Informasi tersebut menjadi dasar pembahasan ruang lingkup. Halaman ini tidak menetapkan jadwal maupun harga yang belum disepakati.

Apakah ada pembahasan penggunaan AI untuk marketing?

AI dapat dibahas sebagai alat bantu menyusun variasi ide, merancang brief, atau merangkum informasi yang telah disamarkan. Peserta tetap meninjau akurasi, kesesuaian brand, dan konteks pelanggan. Penggunaan alat mengikuti kebijakan perusahaan, dan tidak menggantikan kebutuhan untuk memvalidasi data maupun keputusan pemasaran.

Bagaimana cara mengajukan kebutuhan program?

Hubungi melalui halaman kontak dan sampaikan nama perusahaan, bidang bisnis, peran peserta, tantangan marketing, serta target pelaksanaan. Tidak perlu mengirim dokumen rahasia pada percakapan awal. Kebutuhan tersebut menjadi titik awal untuk membahas fokus program dan menentukan langkah berikutnya.

DARI SESI KE PEKERJAAN

Rencanakan penerapannya.
Tinjau bersama tim.

Mulai dari masalah yang spesifik.

Sebelum program ditetapkan, perusahaan dapat merangkum tantangan yang paling sering menghambat pekerjaan marketing. Contohnya brief yang berubah saat produksi, konten yang belum memiliki audiens jelas, atau laporan yang sulit diterjemahkan menjadi rekomendasi. Memilih persoalan yang spesifik membantu pembahasan tetap fokus dan memudahkan peserta memahami hubungan antara latihan dengan tanggung jawab mereka.

Tim juga dapat mengidentifikasi kemampuan yang sudah dimiliki. Ada perusahaan yang kuat dalam produksi konten tetapi membutuhkan kerangka evaluasi, sementara perusahaan lain memiliki data cukup banyak namun belum menyepakati prioritas campaign. Pemetaan ini membantu menentukan titik awal materi. Program dapat memberi porsi berbeda pada strategi, konten, distribusi, atau pengukuran berdasarkan kebutuhan yang paling relevan.

Siapkan bahan yang dapat dibahas.

Ringkasan produk, gambaran audiens, contoh konten, dan struktur laporan dapat membantu memberi konteks pada latihan. Bahan yang digunakan tidak perlu memuat identitas pelanggan, akses akun, atau informasi rahasia. Perusahaan dapat menyamarkan data dan menjelaskan batas penggunaannya. Jika bahan belum tersedia, skenario latihan dapat disusun untuk mendekati situasi kerja peserta tanpa mengasumsikan fakta yang belum diketahui.

Pembagian peran peserta perlu dipertimbangkan agar diskusi tidak hanya berhenti pada satu fungsi. Tim konten dapat menjelaskan kebutuhan produksi, tim campaign menjelaskan alur distribusi, dan manajer memberi konteks prioritas bisnis. Pertukaran perspektif ini membantu peserta memahami bagaimana keputusan di satu bagian memengaruhi pekerjaan bagian lain serta pengalaman pelanggan pada kanal yang berbeda.

Sepakati indikator penerapan.

Evaluasi pembelajaran dapat dimulai dari kualitas bahan kerja yang dibuat peserta. Apakah brief menjelaskan tujuan dan audiens? Apakah konten memiliki peran yang jelas? Apakah laporan memisahkan temuan, interpretasi, dan rekomendasi? Pertanyaan tersebut membantu perusahaan meninjau kemampuan yang sedang dibangun tanpa langsung menghubungkannya dengan hasil komersial yang dipengaruhi banyak faktor di luar sesi pelatihan.

Setelah kembali bekerja, tim dapat memilih satu campaign sebagai tempat menerapkan kerangka baru. Prioritasnya dapat dibuat sederhana: memperjelas brief, menyepakati pesan utama, atau menata laporan. Manajer menentukan cara review yang sesuai dengan ritme kerja perusahaan. Hasil latihan menjadi bahan awal yang terus dikembangkan berdasarkan pengalaman, informasi pelanggan, dan data yang tersedia selama pelaksanaan campaign.

Gunakan AI dengan pertimbangan yang jelas.

Dalam pekerjaan marketing, AI dapat membantu memperluas pilihan ide dan mempercepat penyusunan draft. Namun, setiap output tetap memerlukan peninjauan dari orang yang memahami produk, audiens, serta kebijakan perusahaan. Peserta dapat belajar menyusun instruksi yang memberikan konteks cukup, membandingkan alternatif, dan mengenali bagian yang perlu diverifikasi sebelum materi digunakan dalam komunikasi publik.

Latihan AI tidak membutuhkan pengunggahan data pelanggan atau dokumen internal yang sensitif. Contoh dapat memakai informasi publik yang telah disetujui maupun skenario yang disamarkan. Keputusan akhir tetap berada pada tim. Tujuannya membantu peserta menggunakan alat secara terarah, menjaga konsistensi brand, serta menghindari ketergantungan pada teks yang terlihat meyakinkan tetapi belum sesuai dengan konteks perusahaan.

Perusahaan juga dapat menyiapkan satu pertanyaan utama yang ingin dijawab melalui program. Pertanyaan tersebut membantu peserta memilih contoh yang relevan dan menyaring ide yang belum menjadi prioritas. Ketika pembahasan menghasilkan banyak kemungkinan, tim dapat kembali pada tujuan awal untuk menentukan tindakan yang paling masuk akal. Hasil diskusi kemudian dicatat sebagai bahan koordinasi, bukan sebagai keputusan final yang harus langsung diterapkan tanpa mempertimbangkan kondisi operasional dan persetujuan internal. Ruang lingkup program, bahan latihan, keterlibatan manajer, dan kebutuhan tindak lanjut dibahas sebelum pelaksanaan. Kesepakatan tersebut memberi gambaran tentang apa yang dikerjakan selama sesi dan apa yang perlu dilanjutkan oleh perusahaan. Dengan pembagian yang jelas, peserta dapat menggunakan waktu pembelajaran untuk membangun kemampuan yang dibutuhkan dan membawa hasilnya ke dalam proses kerja tim.

MULAI DARI KEBUTUHAN PERUSAHAAN ANDA

Bangun strategi marketing
yang bisa dijalankan bersama.

Ceritakan kondisi tim, tantangan pemasaran, dan kemampuan yang ingin dibangun. Dari sana, kita bahas program Digital Marketing Training yang relevan.

Diskusikan kebutuhan tim